Selasa, 08 November 2011

Latar Belakang surat Kolose

Belajar Alkitab seharusnya membuat kita merasa bahagia, apalagi jika dipelajari dengan benar Alkitab akan memberikan feedback serta mengubah diri kita. untuk belajar Alkitab dengan benar maka kita perlu mengetahui konteks ataupun latar belakang setiap bagian Alkitab yang kita pelajari..
Di bawah ini, ada latar belakang kitab Kolose, semoga bermanfaat


Penulis  : Rasul Paulus dan Timotius (Kolose 1: 1). Namun penulis sah dari surat ini adalah rasul Paulus sendiri, beberapa kali dia menggunakan kata ganti “aku”. Ada beberapa pertentangan mengenai keaslian bahwa Paulus-lah yang menulis surat ini, hal ini dikarenakan adanya kebingungan tentang ajaran gnostic yang dijelaskan rasul Paulus pada surat ini, adalah gnostic abad ke 2 sehingga sangat tidak mungkin penulisnya adalah rasul Paulus (rasul Paulus meninggal abad pertama masehi)
Tempat    : Paulus kemungkinan besar menulis surat ini di penjara Roma (Kolose 4:3) seperti beberapa surat lainnya (Efesus, Filipi, 2 Timoteus dan Filemon)
Tahun               : 60 sesudah Masehi
Penerima        : Jemaat di Kolose ( Kolose 1:2)
Latar Belakang :
Kolose adalah salah satu daerah yang termasuk dalam wilayah Frigia, provinsi Romawi di Asia Kecil, sekarang masuk ke daerah Turki. Beratus tahun sebelum zaman rasul Paulus, Kolose adalah sebuah kota utama di Asia Kecil yang terletak di sungai Lycus dan berada dalam rute perdagangan besar timur-barat dari efesus di laut Aegean dan sungai Efrat. Pada abad pertama, Kolose mengalami penurunan menjadi kota pemasaran tingkat dua, yang jauh melebihi kota-kota tetangganya yaitu Laokidia dan Hierapolis (Kolose 4:3).
Paulus sebenarnya tidak menginjili atau mengajar secara langsung jemaat di Kolose karena dalam surat ini rasul Paulus mengatakan bahwa jemaat Kolose tidak mengenal dia secara pribadi (Kolose 2:1), jemaat Kolose diinjili dan diajar oleh Epafras (Kolose 1:7), yang kemungkinan besar adalah hasil didikan Paulus selama pelayanannya di Efesus (Kisah Para Rasul 19:10), kemungkinan juga sebagian jemaat di Kolose adalah jemaat yang bertobat pada hari Pentakosta ketika Petrus berkhotbah karena pada saat itu banyak orang yang datang dari berbagai daerah termasuk Frigia (Kisah Para Rasul 2:10).
Epafraslah yang kemudian mengunjungi Paulus di dalam penjara Roma serta menceritakan tentang keadaan jemaat di Kolose, saat menulis surat ini Epafras masih bersama rasul Paulus karena rasul menyampaikan salam dari Epafras kepada jemaat. Surat ini sendiri dibawa oleh Tikhikus seperti beberapa surat Paulus lainnya (Efesus, Titus) serta Onesimus, budak Filemon yang kabur namun kemudian bertobat dibawah bimbingan rasul Paulus (Filemon 1:10). Kedua orang inilah yang dikirimkan rasul Paulus untuk mengunjungi jemaat di Kolose sambil membawa surat itu (Kolose  4: 1-9).
Pada masa ini ada ajaran-ajaran sesat yang sedang berkembang di jemaat Kolose, itulah mungkin sebabnya mengapa Epafras mengunjungi rasul Paulus dan meminta rasul Paulus menulis surat kepada jemaat. Secara explisit Paulus tidak menjelaskan apa ajaran sesat yang dimaksudnya dalam surat ini, tapi dalam surat ini Paulus meminta jemaat Kolose agar berhati-hati terhadap:
·         Ajaran yang menekankan seremoni-seremoni yang dengan keras mengatur tentang makanan dan minuman yang diijinkan, festival keagamaan (Kolose 2: 16-17) dan tentang sunat (Kolose 2: 11; 3:11). Ini kemungkinan besar kebudayaan yang dibawa oleh orang Yahudi.
·         Peraturan-peraturan yang kelihatan penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, dengan berbagai larangannya (Kolose  2:21, 23)
·         Penyembahan terhadap malaikat (Kolose 2:18)
·         Penurunan terhadap keutamaan Kristus, yang mengakibatkan Paulus menekankan terhadap keutamaan Kristus ( Kolose 1:15-20; 2:2-3:9)
·         Pengetahuan mengenai hal-hal rahasia (Kolose 2:18)
·         Kepercayaan terhadap hikmat dan tradisi manusia (Kolose 2:4, 8)
·         Pemuasan nafsu duniawi (Kolose  2:23; 3:5)
Semua ajaran ini berkaitan dengan kebudayaan Yahudi pada satu sisi, kepercayaan awal mereka dan takhayul pada sisi yang lain.
Tujuan Penulisan:
Adapun tujuan penulisan surat ini oleh rasul Paulus adalah:
*   Paulus ingin membuktikan bahwa ajaran-ajaran sesat tersebut salah. Untuk mencapai tujuan ini, Paulus mengagungkan Kristus sebagai gambar Allah yang sulung dan paling utama (Kolose 1:15), pencipta (Kolose 1:16), penyokong segala sesuatu sejak permulaan (Kolose 1:17), kepala gereja/jemaat (Kolose 1:18), yang pertama dibangkitkan dari orang mati (Kolose 1:18), Kepenuhan Allah (Kolose 1:19; 2:9) dan yang memperdamaikan kita dengan Allah (Kolose 1:20-21). Sehingga Kristus sendiri sudah cukup karena dalam Dia kita dipenuhkan. Sedangkan ajaran-ajaran sesat tersebut tidak cukup, karena itu adalah hal itu adalah filsafat yang kosong dan palsu (Kolose 2:8), serta tidak dapat memperbaiki sifat manusia berdosa (Kolose 2:23).
*   Meminta jemaat meninggalkan segala keinginan duniawi yang merusak (Kolose  2:23; 3:5)
*   Meminta jemaat untuk saling menghormati sebagai sesama orang percaya ( Kolose 3:18-4:1)
Outline Surat:
Uraian dari surat ini, yaitu:
1.       Perkenalan (Kolose 1:1-14)
o Salam (1:1-2)
o Ucapan Syukur (1:3-8)
o Doa (1:9-14)
2.       Keutamaan Kristus (Kolose 1:15-23)
3.       Pelayanan Paulus kepada jemaat (Kolose 1:24-2:7)
o   Pelayanan untuk kepentingan gereja (1:24-29)
o   Perhatian terhadap kesejahteraan spiritualitas para pembacanya (2: 1-7)
4.       Kebebasan dari peraturan manusia melalui hidup dengan Kristus (Kolose 2:8-23)
o   Peringatan untuk waspada terhadap guru-guru palsu (2:8-15)
o   Permintaan untuk menolak guru palsu (2:16-19)
o   Analisis terhadap ajaran-ajaran sesat (2:20-23)
5.       Peraturan-peraturan hidup kudus (Kolose 3:1-4:6)
o   Hidup lama dan hidup baru (3:1-17)
o   Peraturan dalam kehidupan keluarga/rumah tangga (3:18-4:1)
o   Instruksi lanjutan
6.       Salam penutup (Kolose 4:7-18)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar